Sissy Pricillia : Ingin Peran Bisu

Namanya mulai dikenal saat membintangi film remaja Ada Apa Dengan Cinta di tahun 2002. Dalam film yang diarahkan oleh Rudi Soejarwo ini, Sissy mendapatkan peran sebagai si polos dan lugu, Milly. Sampai saat ini gadis Lulusan Esmod International Jakarta jurusan Fashion Design ini sudah membintangi enam film. Ariel Dan Raja Langit (2005), Cintapuccino (2007), Romeo n Juliet (2009), Krazy, Crazy, Krezy (2009), dan yang terbaru Bukan Malin Kundang (2009). Ditemui 21cineplex.com di acara peluncuran film terbarunya di FX Jakarta Selatan, Sissy yang hari itu tampak sibuk menjawab pertanyaan wartawan di film arahan sutradara muda Iqbal Rais dan isu hubungan asmaranya dengan pembalap nasional Rifat Sungkar. Namun diantara itu semua, Sissy mau meladeni dan malah antusias menjawab pertanyaan kami seputar perannya di film Bukan Malin kundang. Berikut petikan wawancara kami dengan sulung dari tiga bersaudara ini.

Keterlibatanya di film ini seperti apa?
"Awalnya sih emang  ditelpon suruh casting, tapi ternyata hanya dateng, ketemu dan ngobrol-ngobrol dengan Iqbal, tau-tau langsung disuru reading, udah syuting, jadi ngga ada proses casting sih. Selain itu ceritanya juga ringan jadi kenapa nggak"

Kenapa mau main di film ini?
"Sejujurnya sih belum pernah nonton  film-film nya Iqbal, tapi saya lihat Ringgo dan Desta ada dan kenal dengan mereka, pasti seru. Terus dikasi sinopsisnya, dibacanya lucu kok ceritanya, maksudnya light gitu, yang tidak terlalu berat dan nggak terlalu garing juga."

Jadi terlibat di film ini karena ada faktor Ringgo dan Desta?
"Nggak. Awalnya baca sinopsisnya dulu, terus tanya siapa aja nih akan terlibat di film ini, karena menurut aku disitu kan ceritanya tentang persahabatan, kalau sampai kurang klik nih pemainnya, bubar pasti filmnya. Tapi ternyata pemainnya ada mereka, oh ya udah asik nih seru. Baru abis itu ketemu Iqbal, pas lagi reading Iqbal ngejelasin tentang film ini, dan dia punya potensi yang bagus sebagai seorang sutradara."

Pendapat pribadi tentang Iqbal Rais?
"Seru sih, nggak kaya sutradara-sutradara seperti biasa yang bossy, kalau Iqbal lebih friendly, very friendly. Dan kalau lagi break, dia nongkrongnya ama kita. Yang minta diajarin twitter-lah, main twitter gimana sih, trus asik sendiri,  main game. Jadi secara personal dia orangnya sangat friendly, tapi kalau kerjaannya nanti dulu deh, soalnya belum nonton filmnya."

Untuk peran di film ini, sama ngga kaya di kehidupan keseharian kamu?
"Kalau kehidupan santainya sebenarnya sih iya, cuma kalau kehidupan ngebohongin orang tua yang , dirumah manis, terus diluar blingsakan gitu nggak. Gua nggak kaya gitu sama sekali, gua sangat menghargai kedua orang tua gua, papa dan mama. Gua mau kemana juga bilang, sama siapa aja gua bilang."

Apakah sudah puas dengan peran Luna di film ini?
"Sebenarnya saya mencoba untuk puas apapun itu kata orang filmnya mau bagus apa ngga. Saya selalu mencoba untuk puas sama film yang saya sudah buat dengan temen-temen gua. Karena kalau nggak puas, nggak tau ya mungkin kalo orang-orang, ah gua nggak puas besok gua harus lebih baik lagi. Tapi kalo gua, dengan gua puas, gua bisa menghargai pekerjaan gua dan gua bisa main lebih bagus lagi, Insya Allah, karena harus menanamkan sesuatu yang positif didalam sini. "

Peran apa yang paling di inginkan?
"Gua pengen banget dapet peran bisu, karena menurut gua kalau main peran bisu dia mau marah pun nggak bisa ngomon gitu, dia mau nyampein dengan apa. Dengan ekspresi, nah sekarang ekspresinya seperti apa. Pengen banget sih dapet peran bisu, walaupun banyak yang bilang, wah lo makan gaji buta lho. Tapi bukan berarti gitu. Dan satu hal lagi gua suka film yang pake observasi."

Harapan untuk film ini?
"Semoga bisa diterima, walaupun saingannya berat banget ya, tapi orang kan punya genre masing-masing. Maksudnya ada yang suka ada yang nggak, atau abis nonton yang itu trus nonton yang ini. atau nonton yang ini nonton yang itu. Harapannya yang penting bisa diterima, kalaupun ada kontroversi, Insa Allah ngga ada kontroversi." (deri)