Revalina S. Temat: Tidak Mau Terpaku Dengan Protagonis

Terus belajar dan berusaha untuk menjadi lebih baik adalah salah satu jalan yang ditempuh oleh Revalina S. Temat demi sebuah hasil yang maksimal. Walau peran-perannya selalu identik dengan sosok baik, lemah, dan cengeng, Reva tetap berusaha menampilkan yang terbaik.

Lewat Satu Jam Saja, Reva bersama Vino G. Bastian dan Andhika Pratama kembali menunjukkan keahliannya memainkan emosi para penonton. Anak ketiga dari empat bersaudara ini juga berambisi mendapatkan sebuah tantangan baru dalam dunia layar lebar tanah air, peran yang selama ini belum pernah ia dapatkan.

Ditemui tim 21cineplex.com di salah satu sekolah Internasional di daerah Jakarta Selatan (03/09/2010). Reva sempat bercerita mengenai film terbarunya dan keinginannya di dunia film Indonesia.

Dalam film Satu Jam Saja memerankan karakter apa?


"Di film satu jam saja aku berperan sebagai Gadis, seorang perempuan yang keras kepala, tegas tapi juga manja. Dia punya dua orang sahabat, yang diperankan oleh Vino dan Andika, namun karena ada sesuatu hal, akhirnya persahabatan mereka hancur."


Awal keterlibatan di film ini?

"Proses keterlibatan di film ini awalnya dihubungi dan diminta untuk datang ke Karnos film, dan ditawarin untuk main di filmnya  mas Rano, akhirnya dikirimin skenarionya. Pas aku baca mataku langsung berkaca-kaca, duh sedih banget nih film. Akhirnya aku main ke Karnos film, bertemu dengan om Rano, dan ikut proses casting untuk peran ini."


Menurut kamu bagaimana cerita film ini?

"Sebenarnya sih ceritanya simple banget ya, drama tapi punya makna yang dalam banget, dialog-dialog aja itu yang menusuk hati, dan adegan-adegan di film ini juga sangat dalam. Walaupun untuk menunjukkan semua itu tidak harus berbicara banyak, cukup dengan diam, tidak ngapain-ngapain, tapi itu sudah terlihat bahwa kita sedang sedih atau marah. Gerakan-gerakan yang mungkin bisa dipahami penonton tentang keadaan kita seperti apa."

Alasan mau bermain di Satu Jam Saja?


"Pertama cerita film ini sangat bagus, dan karakter yang aku perankan juga kuat. Dan lagi aku di sini bekerjasama dengan senior-senior yang ada, kaya om Rano, tante Widyawati, dan tante Marini. Semuanya jadi tantangan buat aku. Selain itu bermain dengan Vino dan Andika adalah pengalaman pertama buat aku."


Pendapat Tentang Rano Karno?

"Orangnya seru, nggak sok senior, dia merangkul kita dengan baik, memberi contoh yang baik buat kita semua, bener-bener kita seperti dituntun. Dan orangnya enak, nggak kaku. Biasanya kalau orang lebih tua dari kita kan kadang-kadang kita sungkan, tapi dengan om Rano kita cepet cairnya, jadi kaya udah kenal lama aja."


Peran apa yang paling di inginkan?


"Sebenarnya sih aku apa aja ya, nggak mau milih-milih, justru aku tuh pasti sudah terpaku dengan peran protagonis, yang baik-baik, dan lemah. Aku juga ingin mencoba karakter yang lain. Karakter yang berbeda dengan peran aku selama ini. Yang pasti untuk protagonis itu udah sering banget. Aku pengen banget dapet peran antagonis. Tapi orang jahat yang mukanya baik, gimana ya, pokoknya tidak seperti sosok orang jahat yang biasa kita lihat selama ini. Jadi walaupun dia jahat tapi tetap memiliki wajah baik, jadi orang nggak bakal nyangka ternyata dia yang jahat. Jadi pengen sesuatu yang beda aja."


Pernah mendapatkan peran Antogonis?


"Kalau di film belum. Pernah sekali dapat peran antagonis, tapi di sinetron dan menurut aku itu kurang maksimal."


Lebih nyaman di film atau di sinetron?

"Kalau aku lebih nyaman di film, karena di kasih waktu untuk lebih menggali karakter kita lebih jauh lagi. Kita ada reading, lalu ada proses pendalaman karakter kita sebenarnya seperti apa. Jadi hasilnya pun lebih maksimal. Sedangkan kalau sinetron tidak seperti di film, lebih cepat dan instan."


Pengalaman menarik saat syuting film Satu Jam Saja?


"Karakter aku di film ini banyak nangisnya, terus suatu hari pulang syuting jam satu pagi, aku dapat musibah, tiba-tiba anjing aku mati, dan aku sayang banget dengan anjing ku ini. Gara-gara musibah ini mata aku jadi bengkak karena menangis. Sampai lokasi syuting kebetulan hari itu aku banyak adegan menangis jadi pas banget, sampai-sampai sutradaranya sempat tanya  tentang mata aku, untungnya mas Rio bisa mengerti karena memang hari itu aku banyak beradegan menangis."

Harapan bagi film ini?

"Mudah-mudahan filmnya bisa diterima oleh masyarakat luas dan penonton nya juga banyak. Bisa dinikmati oleh semua orang yang menontonnya. Selain itu Sebenarnya sih pengennya nggak ada bajakan-bajakan lagi, memang susah tapi kan apa salahnya kita positif thinking. Mudah-mudahan masyarakat kita bisa lebih menikmati film ini dengan baik dan sewajarnya."
(deri)